TRANSPARANSI DATA · PEMBARUAN 30 SEPTEMBER 2026
Sumber Data & Metode
Halaman ini menjelaskan tanggal, dasar hitung, dan tautan untuk memeriksa angka yang ditampilkan di InvestorID. Angka historis adalah gambaran pada tanggal yang disebutkan, bukan harga atau hasil saat ini.
IHSG: 8–28 September 2026
Judul “6.700 ke 6.100” membulatkan dua penutupan IHSG: 6.686,44 poin pada 8 September dan 6.147,86 poin pada 28 September 2026. Perubahan 538,58 poin, atau sekitar −8,05%, dihitung dari (6.147,86 ÷ 6.686,44 − 1) × 100. Perbandingan ini tidak membuktikan satu penyebab tunggal.
Sumber: penutupan 8 September ↗ · penutupan 28 September ↗.
Perubahan harga enam saham: pekan 21–25 September 2026
Perubahan dihitung dari harga penutupan 18 September (sebelum pekan perdagangan) hingga penutupan terakhir dalam pekan tersebut: (harga akhir ÷ harga pembanding − 1) × 100. Kelima saham selain FORU memakai harga penutupan biasa. FORU memakai harga pembanding yang disesuaikan karena aksi HMETD; angka ini tidak sama dengan imbal hasil yang diterima investor.
- 01FORUharga pembanding disesuaikan sekitar Rp154,32 → Rp360 (25 Sep), sekitar +133,3%. Riwayat harga ↗ · Ringkasan IPOT ↗.
- 02TRUKRp1.420 (18 Sep) → Rp2.580 (25 Sep), +81,69%. Riwayat harga ↗.
- 03INTDRp246 (18 Sep) → Rp412 (25 Sep), +67,48%. Riwayat harga ↗.
- 04UNSPRp206 (18 Sep) → Rp336 (25 Sep), +63,11%. Riwayat harga ↗.
- 05WAPORp232 (18 Sep) → Rp352 (24 Sep), +51,72%. Riwayat harga ↗.
- 06SMLERp210 (18 Sep) → Rp282 (24 Sep), +34,29%. Riwayat harga ↗.
WAPO dan SMLE disuspensi BEI mulai 25 September ↗; angka 24 September adalah penutupan terakhir yang tersedia pada pekan itu. Laporan EmitenNews menulis FORU +133,72% serta Rp154→Rp360, tetapi dua angka itu tidak menghasilkan persentase yang sama. Halaman ini menggunakan harga pembanding yang telah disesuaikan pada riwayat harga dan pembulatan satu desimal yang sejalan dengan laporan IPOT. Sumber data dapat menggunakan penyesuaian aksi korporasi yang berbeda, sehingga persentasenya juga dapat berbeda.
Median enam persentase adalah (INTD 67,48% + UNSP 63,11%) ÷ 2 = 65,295%, dibulatkan menjadi 65,30%.
Kinerja harga sejak IPO
Tujuh contoh pada halaman emiten memakai rumus (harga akhir ÷ harga IPO − 1) × 100. Setiap kartu menyebutkan tanggal, harga acuan, dan tautan sumber. Ini perubahan harga historis, bukan hasil bersih investasi. Biaya, pajak, dividen, serta aksi korporasi dapat mengubah hasil nyata.
CHIP +1.306% (1 tahun), CUAN +991% (6 bulan), dan COIN +3.220% (6 bulan) dapat diperiksa dalam tabel resmi BEI ↗. Untuk ADMR, BEBS, BANK, dan DCII, halaman emiten menyertakan dokumen IPO atau laporan emiten serta rujukan riwayat harga masing-masing. Harga penutupan DCII Rp59.000 tercatat pada 16 Juni 2021.
Imbal hasil dividen: cuplikan 29 September 2026
Sepuluh saham dividen merupakan pilihan untuk diamati, bukan peringkat semua saham Indonesia. Persentase menggunakan kolom imbal hasil dividen 12 bulan terakhir (TTM) dari TradingView ↗, dicatat pada 29 September 2026. Harga referensi pada kartu juga berasal dari cuplikan tanggal tersebut. Halaman sumber bersifat langsung dan dapat menampilkan angka baru saat dibuka kemudian.
TTM bukan dividen yang dijanjikan untuk periode berikutnya. Periksa pula pengumuman dividen emiten dan tanggal cum/ex sebelum berinvestasi. Nama LPPF mengikuti perubahan resmi menjadi PT MDS Retailing Tbk pada 2026 ↗.
Pembelian bersih investor asing: 1 September 2026
BBRI Rp838,01 miliar, BBCA Rp435,35 miliar, dan BMRI Rp172,25 miliar adalah nilai beli bersih investor asing pada perdagangan 1 September 2026. Data berasal dari Stockbit sebagaimana dikutip dalam Databoks ↗. Nilai beli bersih = nilai pembelian asing dikurangi nilai penjualan asing dalam periode yang sama; ini bukan data kepemilikan institusi.
Angka ini adalah potret satu hari, bukan pembelian yang berlangsung terus-menerus. Sebagai pembanding, data transaksi 25 Agustus–24 September 2026 ↗ menunjukkan BBCA dan BMRI mencatat penjualan bersih asing dalam rentang yang lebih panjang. Periksa periode sebelum menilai arah modal asing.
Profil dan kontak Syailendra
Jabatan Harnugama dan Ahmad Solihin merujuk pada profil manajemen PT Syailendra Capital ↗. Alamat kantor pusat, telepon, dan email pada bagian bawah situs mengikuti halaman kontak resmi ↗. InvestorID adalah bagian dari komunitas belajar investasi yang dioperasikan tim Syailendra; akses ke ekosistemnya tersedia di syailendra.org ↗.